Menilik Tren Investasi di Film

Menilik Tren Investasi di Film

0

DUKUNGAN bagi industri startup Indonesia mulai besar dari banyak pihak yang membuka inkubator. Fasilitas inkubator bagi startup dinilai bakal mendorong pengembangan industri itu menjadi lebih baik dan punya ruang gerak lebih besar. Saat ini, fasilitas inkubator bagi startup telah dibangun pihak swasta, termasuk pemaparan beberapa program periodik yang membantu bibit startup diselenggarakan inkubator-inkubator tersebut. Namun, sayangnya, demam pembangunan inkubator yang menjangkiti banyak pihak itu tidak menarik minat venture capital. Hal itu diungkapkan langsung oleh Andi Surja Budiman, Managing Partner Ideosource Venture Capital.

Meski begitu, ia menyatakan tak menafikan pentingnya kehadiran inkubator bagi industri startup di Indonesia; berkolaborasi dan menciptakan dampak untuk entrepreneur Indonesia. Andi yang mengawali bisnis permodalan sejak 2011 langsung menggandeng delapan startup. Dengan keyakinan Andi akan keberhasilan pada bisnis permodalan ini, Ideosource terus melebarkan kiprahnya ke 27 perusahaan startup, di antaranya di bidang gim, media, dan e-commerce.

Seiring dengan pengalaman berinvestasi, Ideosource semakin jeli melihat startup yang memiliki tingkat perkembangan yang cukup prospektif. Berkat dasar itulah investasi yang dilakukan Ideosource mendanai startup dengan valuasi pertumbuhan yang sangat baik. Salah satunya perusahaan e-commerce seperti Bhinneka.com.

Bhinneka banyak mendapatkan saran dan masukan positif secara manajemen. Hal itu menjadikan Bhinneka.com mampu bersaing, baik di lokal maupun global. Perusahan yang awalnya bergerak di bidang distribusi dan penjualan produk-produk teknologi informasi seperti PC build up dan PC compatible, periferal jaringan atau LAN, dan solusi video editing hingga pusat servis terus menjelma menjadi bisnis online terkemuka di Indonesia.

Akhir 2017, Andi S Budiman bersama Ideosource miliknya pun melebarkan sayap bisnis dengan memulai berkolaborasi di bidang perfilman Indonesia. Salah satunya serial drama televisi Keluarga Cemara yang populer diera 90-an yang akan kembali hadir dalam format layar lebar di pertengahan 2018 ini. Sebagai venture capital, Ideosource tak hanya mendanai startup, tapi juga mendanai film Indonesia.

Kesamaan Visi
Film karya produser Anggia Kharisma dari rumah produksi Visinema Pictures yang bekerja sama dengan Ideosource Film Fund dilatari kesamaan visi. Hal itu membuat keduanya sepakat memproduksi ulang film atau remake dariserial drama Keluarga Cemara yang diadaptasi dari serial televisi.

Dengan mengusung nilai-nilai luhur dalam keluarga modern, nantinya film itu dirasa penting dan menjadi relevan dengan situasi masa kini. Film yang disutradarai Yandy Laurens dengan Ringgo Agus dan Nirina Zubir sebaga pemeran tokoh Abah dan Emak, film ini akan menambah daftar film keluarga Indonesia.

Selain narasumber Anggia Kharisma, Nirina Zubir, Ringgo Agus, dan founder Ideosource Andi- Surja Boediman, Big Circle episode 47 juga menghadirkan Pembawa acara Amanda Zevannya akan didampingi mentor Danton Sihombing yang juga CEO dan founder Inkara Brand Consulting akan memberikan banyak insight kepadanarasumber tersebut. (H-2)

Source : http://mediaindonesia.com

Writer : Retno Hemawati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>